Siapa Sangka, Ada Wisata Tambang di Papua

Rupanya terdapat wisata tambang di Tembagapura, Papua. Wisatawan boleh diajak menyaksikan tambang raksasa, memakai kereta gantung menghujam kabut, dan melihat truk sebesar rumah bertingkat. Berminat? Tour tambang atau mine tour merupakan wisata limit yang dikelola PT Freeport Indonesia (PTFI). Wisatawan tour diajak melihat tambang Freeport di Grasberg dan tahap-tahap operasional nya. kita pun mengikuti mine tour tersebut waktu lalu.

Mine tour ini rupanya ada 2 jenis, untuk pekerja dan keluarga, dan mine tour untuk umum. Berdasarkan Superintendent Media Relation Freeport, Karel Luntungan, mine tour dilaksanakan secara internal sebab tak semua pekerja Freeport bisa melihat tambang. “Mine tour bagi keluarga pekerja dan pekerja yang Tak ada urusannya dengan tambang, yakni staf administrasi. Jadi kita atur pada saat weekend untuk dapat menyaksikan tambang. Bila dirinya keluarga karyawan, dirinya boleh ikut tour ini,”

Anak-anak boleh ikut tour ini dengan persyaratan minimun usia 13 tahun. Maka seperti apa dengan orang-orang? Berdasarkan Superintendent Visitor and Institutional Relation Freeport, Naniur Erelak, mine tour untuk umum tersebut umumnya diikuti oleh para pengunjung Freeport. “Mine tour untuk pengunjung luar memang ada dan perlu disetujui petugas management. Boleh undangan, bisa juga mereka mengajukan. Bila berkunjung (ke Tembagapura-red) dan spontan memohon mine tour itu tidak bisa,” kata Naniur dalam waktu terpisah.

Mine tour tuk pihak eksternal berdasarkan Naniur biasanya sepaket dengan wisata bergaya community development ke Institut Pertambangan Nemangkawi, lingkungan dan budaya semacam berjumpa Suku Kamoro, suku original di kawasan Freeport. Menjadi gambaran, tim kita hadir ke Institut Pertambangan Nemangkawi, Tembagapura, tambang Grasberg, berjumpa Suku Kamoro dan mengunjungi area reklamasi.

Mereka yang mau berwisata, mengajukan proposalnya ke kantor Freeport di Jakarta. Petugas management akan menanyakan maksud dan bertujuan. Jika disetujui, seluruhnya akan ditanggung Freeport. “Bila sudah ada guarantee letter dengan management puncak, ya kita cukup mengatur saja. Penerbangan, akomodasi, konsumsi itu anda tanggung. Paling banyak 20 orang didalam satu grup, itu biasanya rombongan pemerintahan atau DPR,” kata Naniur.

Tuk akomodasi, semua tamu wisatawan diinapkan di Rimba Papua Hotel di Timika serta Guest House di Tembagapura. Pesawat umumnya menggunakan Airfast yang memang sehari hari mengangkut karyawan Freeport dari Timika ke Jakarta, Surabaya, Makassar atau Denpasar. Mine tour jelas bukan liburan yang biasa-biasa saja. Namun, mine tour sebagai pariwisata terbatas dan atas atensi khusus, menawarkan pengalaman dan adventure menarik untuk wisatawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.